Monday, December 2, 2013

Rumah Dara : Film Slasher Indonesia

http://cawanmataair.files.wordpress.com/2010/01/rumah-dara1.jpg 



 Judul: Rumah Dara 



Sutradara: MO Brothers (Timothy Tjahjanto dan Kimo Stamboel) 

Produser: Delon Tio (Nation Pictures and Merah Production) 

Genre: Action Survival Thriller 

Rating: 4.5 out of 5


Rumah dara atau (Macabre sebutan international film ini) mungkin ini film Slasher tersukses garapan indonesia  yang pernah ada. ditengah maraknya film horror  berbau porno. MO Brother mampu menampilkan film yg berbeda untuk masyarakat indonesia.

Penantian para penggemar film horror nasional sendiri akan Rumah Dara sebenarnya dimulai pada film pendek berjudul Dara yang dibuat dua sutradara, Kimo Stamboel dan Timothy Tjahjanto, yang dikenal sebagai Mo Brothers, dalam sebuah kompilasi film-film pendek bergenre horror berjudul Takut: The Faces of Fear. Lewat Dara, Mo Brothers memperkenalkan para penonton dengan Dara (Shareefa Daanish), seorang wanita manis nan misterius yang memiliki ‘resep rahasia’ untuk mengelola berbagai jenis makanan yang ia tawarkan di restoran miliknya.



Dalam Rumah Dara, Mo Brothers tidak lagi menceritakan Dara sebagai seorang wanita pengelola restoran yang hidup sendirian. Ia tinggal di sebuah rumah tua bersama ketiga “anak”-nya, Adam (Arifin Putra), Arman (Ruly Lubis), dan Maya (Imelda Therinne).
Di suatu malam yang dipenuhi hujan, Maya, yang mengaku bahwa dirinya baru saja dirampok, diselamatkan oleh sekelompok orang yang sedang dalam perjalanan mereka dari Bandung untuk kembali menuju Jakarta. Adjie (Ario Bayu) dan istrinya, Astrid (Sigi Wimala), Jimi (Daniel Mananta), Eko (Dendy Subangil), Alam (Mike Lucock) dan Ladya (Julie Estelle), adik Adjie, tentu tidak akan menyangka bahwa niat tulus mereka dalam menolong Maya akan berakhir dengan serangkaian teror yang akan terbentang di hadapan mereka.

Maya membawa para penolongnya tersebut ke rumahnya untuk diperkenalkan pada ibunya, Dara (Daanish). Dara, yang merasa sangat berterima kasih atas pertolongan yang telah mereka lakukan pada Maya, memaksa agar mereka untuk dapat tinggal sejenak untuk makan malam sebagai rasa terima kasihnya. Tentu saja, seperti yang telah diduga para penontonnya, sajian makan malam yang direncanakan hanya sejenak, akan berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Sebelumnya, saya harus memberikan pujian penuh bagi The Mo Brothers yang berani untuk memberikan sebuah sajian baru bagi para penggemar film horror Indonesia. Setelah dijejali dengan berbagai makhluk mistis, dan diikuti dengan kembalinya tren horror Indonesia ’80-’90-an, yakni menyertakan unsur seks di dalam jalan cerita, sungguh sangat menyenangkan hati untuk melihat film ini.

Dimulai dengan sekelumit adegan drama yang sejujurnya kurang berhasil di awal film, jalan cerita dari Rumah Dara sebenarnya sudah sangat mudah tebak, khususnya bila Anda merupakan orang yang sangat menggemari film-film horror bergenre sama seperti The Texas Chainsaw Massacre, Hostel atau Saw. Dalam sebuah wawancara, The Mo Brothers sempat menyebutkan bahwa Rumah Dara adalah permulaan dari  sebuah cerita yang lebih panjang. Mungkin yang dimaksudkan mereka adalah akan ada prekuel dan sekuel lanjutan dari film ini. Kemungkinan sekuel tentu saja dapat terlihat dari adegan ending yang menggantung, sementara kemungkinan prekuel well… mungkin dapat dilihat dari kurangnya eksplorasi cerita yang diberikan mengenai keluarga Dara, baik mengenai masing-masing penghuni rumah Dara maupun mengapa mereka melakukan tindakan tersebut.

Dari segi akting, beberapa di antara para pemeran Rumah Dara mampu memberikan penampilan yang sangat baik, dan kebanyakan mereka berasal dari pemeran karakter penghuni rumah Dara. Jujur, penggambaran Dara di Rumah Dara, dengan suara berat yang ughhh… sedikit mengganggu, sedikit mengecewakan saya, jika dibandingkan dengan Dara yang ada di film pendek Dara. Tiga karakter penghuni rumah Dara lainnya, Adam, Arman dan Maya, juga dengan sempurna dimainkan oleh para pemerannya. Seperti halnya Daanish, Arifin Putra juga berhasil menyingkirkan imej anak baik-baik yang telah melekat dengan dirinya selama ini untuk menjadi Adam.

Dan masalah datang dari pihak protagonis… Penampilan Julie Estelle, Ario Bayu dan Sigi Wimala (dan mungkin Mike Lucock), mungkin tidak dipermasalahkan. Penampilan mereka malah dapat disebut baik, walau tidak dapat dikatakan sempurna. Yang mengganggu tentu saja penampilan dari Daniel Mananta dan Dendy Subangil yang memerankan Jimi dan Eko. Mungkin mereka bermaksud komikal dalam memerankan kedua karakter tersebut, namun kadang baik Daniel dan Dendy dapat terkesan terlalu berlebihan. Maksud saya, lihat adegan ketika Jimi, Eko dan Ladya dengan tangan terikat sedang terkurung di sebuah ruangan gelap melihat rekan mereka, Alam, sedang “dibersihkan tubuhnya” oleh Arman. Karakter mereka memang sudah seharusnya berteriak-teriak ketakutan, tapi apa yang ditampilkan Jimi dan Eko awalnya malah terkesan berlebihan, kemudian berlanjut menjadi konyol dan lama-kelamaan menjadi mengesalkan.

Tunggu, karakter-karakter yang mengesalkan belum berhenti sampai disitu. Di tengah jalan, sekelompok polisi yang terlihat sangat, sangat tidak meyakinkan datang ke rumah Dara. Para polisi tersebut juga membawa karakter mengesalkan lainnya, seorang tahanan yang diperankan oleh Aming. Mungkin, The Mo Brothers ingin memasukkan unsur komedi di dalam jalan cerita Rumah Dara. Namun, apa yang mereka tampilkan di Rumah Dara sangat tidak efektif dan malah terkesan hanya sebagai perpanjangan cerita sebelum keluarga Dara menghabisi para korbannya.

Di lain pihak, tata visual yang ditampilkan di Rumah Dara adalah sangat mengagumkan. The Mo Brothers berhasil menyajikan sebuah racikan visual yang sangat meyakinkan untuk menyesuaikan dengan jalannya mood cerita film ini. Gelap dan misterius. Tata musik yang mereka pilih untuk tiap adegan di Rumah Dara juga sangat unik. Menggunakan lagu-lagu Indonesia bernuansa klasik, yang sangat sesuai dengan latar belakang rumah Dara yang tua, sekaligus menambah rasa ketakutan para penontonnya.
Secara keseluruhan, apa yang telah The Mo Brothers berikan lewat Rumah Dara dapat dikatakan cukup menarik. Bagi mereka yang terbiasa dengan menikmati film-film horror Indonesia yang selalu bernuansa mistis, tentu saja Rumah Dara akan memberikan sebuah bentuk teror baru. Walau begitu, beberapa titik kelemahan yang ada di film ini tentu saja tidak dapat diabaikan. Sialnya, titik-titik kelemahan tersebut berada pada poin-poin utama dari sebuah film, seperti jalan cerita dan para pemeran pendukungnya. Bagaimanapun, Rumah Dara adalah sebuah film yang kualitasnya jauh berada diatas film-film horror Indonesia lainnya. Dan hal itu adalah sebuah hal yang membuat Anda harus menyaksikan sendiri bagaimana film ini sebenarnya.

 


  






 







Sejarah Singkat Sistem Operasi Windows

Siapa yang yang tak kenal dengan Perusahaan.  Yang pada saat ini sudah menjadi perusahaan terbesar didunia sebagai perusahaan penyedia software-software terhandal. Salah satu produk terbaik Microsoft  adalah Microsoft Windows yaitu software untuk  system operasi. Dengan kinerjanya yang mudah dan gampang digunakan oleh semua user. Windows mempunyai banyak seri sebelum kita mengenal windows 7 yang saat ini sangat populer. berikut adalah Sejarah system operasi yang dimulai dari DOS sampai Windows 7 bahkan windows yang paling terbaru yaitu windows 8 , dimulai dari tahun 1980 yakni :
  • QDOS
sebuah Tim Paterson dari Seattle Computer menulis QDOS ( Quick and Dirty Operating Sytem ) yang dibuat dari OS terkenal pada masa itu, CP/M. kemudian QDOS dipasarkan oleh Seatle Computer dangan nama 86-DOS karena dirancang untuk prosesor Intel 8086. Kemudian Bill Gates dari perusahaan Windows membeli lisensi QDOS dan menjualnya keberbagai perusahaan computer.
  • PC DOS
Kemudian pada tahun 1981 sebuah perusahaan yang bernama IBM meluncurkan  PC DOS yang dibeli dari Microsoft untuk computer yang berbasis prosesor Intel 8086.
  • MS DOS
Kemudian ditahun yang sama  yakni 1981 perusahaan Microsoft juga meluncurkan OS menggunakan nama MS DOS untuk OS yang dijual diluar perusahaan diluar IBM.
  • MS DOS 2.0
Pada tahun 1983 perusahan Microsoft mengeluarkan versi terbaru dari MS DOS yakni MS DOS versi 2.0 diluncurkan pada computer PC XT.
  • Macintosh dan MS DOS
Pada tahun 1984 perusahaan Apple meluncurkan Macintosh , dengan OS yang diturunkan dari BSD UNIX system 1.0 merupakan system operasi pertama yang telah berbasis grafish dan menggunakan mouse. Dengan peluncuran Macintosh oleh Apple, perusahaan Microsoft tidak mau kalah. Microsoft kembali meluncurkan MS DOS dengan versi terbarunya yakni versi 3.0 untuk PC AT yang menggunakan chip Intel 80286 dan mulai mendukung penggunaan hard disk lebih dari 10MB. Setelah beberapa bulan Microsoft kembali membuat versi terbaru dari MS DOS dengan versi 3.1 yang memberikan dukungan untuk jaringan.
  • Windows 1.0
Seiring berkembangnya zaman, perusahaan Microsoft memperkenalkan Microsoft Windows yang dirilis pada tanggal 20 November 1985. Versi ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas, sehingga kurang populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendaknya dinamakan dengan interface manager. Akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian pemasaran di Microsoft bahwa nama Windows akan  lebih memikat konsumen. Windows 1.0 adalah system operasi perluasan kempauan dari MS DOS dengan tambahan antar muka grafis. Selain itu Windows juga memiliki masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS DOS.
Apple menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi kemampuannya. Sebagai contoh, jendela-jendela tersebut tida dapat saling menimpa satu sama lainnya.
  • MS DOS 3.2
Pada tahun 1986 perusahaan Microsoft kembali meluncurkan MS DOS dengan versi 3.2 yang menambahkan dukungan untuk floppy 3.5 inch 720 KB.
  • OS/2, MS DOS 3.3, Windows 2.0 dan MINIX
Kemudian pada tahun 1987 IBM kembali melluncurkan OS/2 yang telah berbasis grafis, sebagai calon pengganti PC DOS. Kemudian perusahaan Microsoft meluncurkan 2 sistem operasi yagn peratama adalah MS DOS dengan seri 3.3 yang merupakan versi paling popular dari versi sebelmnya. Dan yang kedua adalah Windows versi 2 yagn muncul pada tanggal 9 Desember 1987, dan memjadi sedikit lebih popular dibandingkan pendahulunya. Sebagian popularitasnya didapat karena kedekatannya dengan aplikasi grafis buatan Microsoft yakni Microsoft Exel dan Word for Windows.
Windows versi 2.0 menggunakan model memory hingga 1 megabit saja. Dalam konfigurasi seperti itu, Windows dapat menjalankan aplikasi multitasking lainnya, semacam DESQview, yang berjalan dalam modus terproteksi yang ditawar oleh Intel 80286.
Dilain pihak Andrew S. Tanembaum mengembangkan Minix yaitu system operasi yang berbasis Unix yang ditunjukkan untuk pendidikan. Minix nantinya menginspirasi pembuatan Linux.
  • Windows 2.1
Selanjutnya, dua versi baru dirilis yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386 2.1. seperti halnya versi Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan memory modus real, tetapi merupakan versi yagn pertama yang  mendukung High Memoty Area (HMA). Windows/386 2.1 memiliki kernel yang berjalan pada modus terproteksi dengan emulasi Expanded memory Specifikation (EMS) Standar Lotus Intel Microsoft (LIM), Pendahulu spesifikasi Extended Memory Specification (XMS). Yang kemudian pada akhirnya topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real, yang berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual 8086, yang merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.
Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0 mendapatkan tuntutan dari Apple karena memang versi 2.1 ini memiliki modus penampilan jendela secara cascade (bertumpuk), selain beberapa fitur sistem operasi Apple Macintosh yang “ditiru” oleh Windows, utamanya adalah masalah tampilan/look and feel. Hakim William Schwarzer akhirnya membatalkan semua 189 tuntutan tersebut, kecuali 9 tuntutan yang diajukan oleh Apple terhadap Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989.
  • Windows 3.0
Pada tahun 1990 Microsoft Kembali merilis Microsoft Windows dengan versi 3.0 yang mencapai kesuksekan yang sangat signifikan. Windows 3.0 dapat berjalan pada tiga modus real, modus standar, modus 386 Enhanced, dan kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286, hingga 80386.
Versi 3.0 juga merupakan versi pertama Windows yang berjalan di dalam modus terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced mode merupakan versi kernel yang ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di dalam Windows/386. Karena adanya fitur kompatibilitas ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus dikompilasi dengan menggunakan lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali tidak menggunakan kemampuan mikroprosesor Intel 80386, yang notabene adalah prosesor 32-bit.
Windows 3.0 juga hadir dalam versi “multimedia”, yang disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia Extensions 1.0, yang dirilis beberapa bulan kemudian. Versi ini dibundel dengan keberadaan “multimedia upgrade kit”, yang terdiri atas drive CD-ROM dan sebuah sound card, seperti halnya Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi ini merupakan perintis semua fitur multimedia yang terdapat di dalam versi-versi Windows setelahnya, seperti halnya Windows 3.1 dan Windows for Workgroups, dan menjadi bagian dari spesifikasi Microsoft Multimedia PC.
  • OS/2
Pada tahun 1991 seorang mahasiswa Helsinkli  bernama Linus Torvalds mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama Linux. Dan Microsoft meluncurkan MS DOS 5.0 dengan penambahan fasilitas fullscreen editor, undelete, unformat dan Qbasic.
  • Windows 3.1
Microsoft mengembangkan Windows 3.1, yang menawarkan beberapa peningkatan minor terhadap Windows 3.0 (seperti halnya kemampuan untuk menampilkan font TrueType Fonts, yang dikembangkan secara bersama-sama dengan Apple), dan juga terdapat di dalamnya banyak sekali perbaikan terhadap bug dan dukungan terhadap multimedia. Versi 3.1 juga menghilangkan dukungan untuk modus real, sehingga hanya berjalan pada modus terproteksi yang hanya dimiliki oleh mikroprosesor Intel 80286 atau yang lebih tinggi lagi. Microsoft pun pada akhirnya merilis Windows 3.11, yang merupakan versi Windows 3.1 yang mencakup semua tambalan dan perbaikan yang dirilis setelah Windows 3.1 diluncurkan pada tahun 1992.
Kira-kira pada waktu yang sama, Microsoft merilis Microsoft Windows for Workgroups, yang tersedia baik sebagai tambahan untuk Windows 3.1 dan sebagai sebuah versi yang tercakup di dalamnya lingkungan dasar Windows dan tambahan kemampuan jaringan di dalam sebuah paket. Windows for Workgroups mencakup driver jaringan komputer dan stack protokol yang lebih baik, dan juga mendukung jaringan secara peer-to-peer.
Selama waktu itu, Microsoft terus melanjutkan pengembangan sistem operasi yang barunya, yang disebut dengan Windows NT. Arsitek utama dari Windows NT adalah Dave Cutler, yang merupakan salah satu dari pemimpin arsitek sistem operasi VMS di perusahaan Digital Equipment Corporation (DEC), yang kemudian dibeli oleh Compaq yang sekarang bagian dari Hewlett-Packard. Microsoft merekrut Cutler pada tahun 1988 untuk membuat sebuah versi OS/2 yang bersifat portabel, tapi akhirnya Cutler malahan membuat sistem operasi baru. Windows NT 3.1 (bidang pemasaran Microsoft menghendaki Windows NT agar terlihat sebagai kelanjutan dari Windows 3.1) akhirnya muncul pertama kali dalam bentuk Beta bagi para pengembang perangkat lunak pada bulan Juli 1992 dalam sebuah perhelatan Professional Developers Conference (PDC) yang dilangsungkan di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Microsoft juga mengumumkan keinginannya untuk mengembangkan sebuah sistem operasi penerus bagi Windows NT sekaligus juga pengganti Windows 3.1 pada konferensi tersebut (yang diberi nama kode Chicago), yang kemudian akan menyatukan keduanya ke dalam sebuah sistem operasi yang padu. Sistem operasi tersebut diberi nama Cairo.
Salah satu peningkatan terbesar dari Windows NT adalah Application Programming Interface (API) 32-bit yang baru, yang dibuat untuk menggantikan Windows API 16-bit yang sudah lama. API 32-bit ini dinamakan dengan Win32 API, dan dari sanalah Microsoft menyebut API 16-bit yang lama sebagai Win16. Win32 API memiliki tiga buah implementasi utama: satu untuk Windows NT (yang merupakan Win32 API terlengkap dengan dukungan ANSI ataupun Unicode), satu untuk Win32s (yang merupakan bagian dari Win32 yang dapat digunakan di atas sistem Windows 3.1), dan juga satu lagi untuk Chicago (yang hanya mendukung ANSI). Hal ini menyebabkan kompatibilitas yang tinggi antara Chicago dan Windows NT, meskipun pada dasarnya kedua sistem tersebut adalah sangat jauh berbeda jika dilihat dari arsitektur dasarnya.
  • Windows 95
Setelah Windows 3.11, Microsoft mulai memulai pengembangan sebuah versi Windows yang berorientasi kepada pengguna yang diberi nama kode Chicago. Chicago didesain agar mmeiliki dukungan terhadap multitasking secara pre-emptive 32-bit seperti halnya yang terdapat di dalam OS/2 dan Windows NT, meskipun kernel 16-bit masih terdapat di dalamnya demi alasan kompatibilitas ke belakang. Win32 API yang pertama kali diperkenalkan pada Windows NT pun diadopsi sebagai sebuah standar antarmuka pemrograman baru yang berbasis 32-bit, dengan kompatibilitas Win16 juga dipertahankan dengan menggunakan sebuah teknik yang dinamakan dengan “thunking”. GUI yang baru juga dimiliki oleh sistem operasi, meskipun pada awalnya Microsoft tidak merencanakannya sebagai bagian dari sistem operasi saat dirilis. Memang beberapa elemen antarmuka pengguna yang dimiliki oleh Cairo dipinjam dan ditambahkan kepada sistem operasi tersbut sebagai aspek lainnya dari versi itu (khususnya fitur Plug and Play).
Di balik kesuksesan Microsoft, IBM terus melanjutkan pasar OS/2, dengan memproduksi OS/2 versi 3.0 dan OS/2 Warp (versi 4.0). IBM merespons keluhan yang diajukan oleh para konsumen mengenai kebutuhan perangkat keras komputer yang tinggi yang diminta oleh OS/2 versi 2.0, OS/2 versi 3.0 pun dibuat jauh lebih ramping dengan melakukan optimalisasi pada ukuran dan kecepatan. Sebelum Windows 95 dirilis, OS/2 Warp 3.0 bahkan telah dibundel dalam beberapa penyedia perangkat keras mayor di Jerman. Akan tetapi, dengan dirilisnya Windows 95, OS/2 lagi-lagi kehilangan pangsa pasarnya kembali, diambil alih oleh Windows 95.
  • Windows NT 4.0
Pada tahu 1996 Windows kembali merilis Windows NT 4.0, sebagai penerus Windows NT 3.0 yang sukses mengancam dominasi Novell Netware dan UNIX dipasaran. Windows NT 4.0 datang dalam empat versi :
  • Windows NT 4.0 Workstation
  • Windows NT 4.0 server
  • Windows NT 4.0 server, Enterprise Edition
  • Windows NT 4.0 Terminal Server
  • Mac OS
Untuk pertama kalinya perusahaan Apple memperkenalkan penggunaan nama Mac OS pada Mac OS 7.6.
  • Windows 98
Pada 25 Juni 1998, Microsoft merilis sebuah sistem operasi Windows baru, yang dikenal sebagai Windows 98. Windows 98 dianggap sebagai revisi minor terhadap Windows 95, tapi secara umum dilihat jauh lebih stabil dan dapat diandalkan dibandingkan dengan pendahulunya, Windows 95. Windows 98 mencakup banyak driver perangkat keras baru dan dukungan sistem berkas FAT32 yang lebih baik yang mengizinkan partisi untuk memiliki kapasitas lebih besar dari 2 gigabyte, sebuah batasan yang terdapat di dalam Windows 95. Dukungan USB di dalam Windows 98 pun juga jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya.
Dengan kehadiran Windows 98 mengundang banyak kontriversi saat Microsoft memasukkan penjelajah web Microsoft Internet Explorer ke dalam sistem operasi dan tidak dapat dicabut, sehingga menjadikan Windows Explorer dan GUI Windows mampu menampilkan direktori seolah-olah halaman web.
  • Windows 2000
Microsoft merilis Windows 2000 pada 17 Februari 2000, sebuah versi yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Windows NT 5.0 atau “NT 5.0″. Versi Windows 2000 ditujukan untuk dua pangsa pasar, yakni pangsa pasar workstation dan juga pangsa pasar server. Meskipun Windows 2000 dapat memperbarui komputer yang sebelumnya menjalankan Windows 98, Windows 2000 tidaklah dianggap sebagai produk yang cocok untuk pengguna rumahan. Alasannya banyak, di antaranya adalah kurangnya device driver untuk banyak perangkat pengguna seperti pemindai (scanner) dan juga pencetak (printer), pada saat dirilis.
  • Windows ME
Ditahun yang sama pada bulan September setelah Microsoft mengeluarkan Windows 2000, Windows kembali memperkenalkan Windows ME ( Millenium Edition ). Versi ini memperbarui Windows 98 dengan dukungan multimedia dan Internet yang lebih baik. Versi ini juga memasukkan fitur “System Restore,” yang mengizinkan para penggunanya untuk mengembalikan keadaan sistem ke sebuah titik yang dikenal baik-baik saja, pada saat sistem operasi mengalami kegagalan. Versi ini juga memperkenalkan Windows Movie Maker versi pertama.
  • Windows XP
Pada tahun 2001, Microsoft memperkenalkan Windows XP (yang memiliki nama kode “Whistler” selama pengembangan. Akhirnya, setelah merilis beberapa versi Windows berbasis Windows 9x dan NT, Microsoft berhasil menyatukan kedua jajaran produk tersebut. Windows XP menggunakan kernel Windows NT 5.1, sehingga menjadikan kernel Windows NT yang terkenal dengan kestabilannya memasuki pasar konsumen rumahan, untuk menggantikan produk Windows 9x yang berbasis 16/32-bit yang sudah menua.
  • Windows Vista
Setelah meraih kesuksesan yang besar dan cukup lama dengan mengeluarkan product-product Windows dengan berbagai versi dati tahun ketahun, Microsoft tidak berhenti begitu saja mengembangkan Windows. Pada tanggal 30 januari 2007 Microsoft kembali meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D Desktop dengan Aero Glass, SlideBar, dan Flip 3D. Sayangnya semua keindahan ini harus dibayar mahal dengan kebutuhan spesifikasi komputer yang sangat tinggi
  • Windows 7
Windows 7 (sebelumnya berkodekan Blackcomb atau Vienna) merupakan versi terbaru Microsoft Windows yang akan menggantikan Windows Vista.[2] Microsoft mengumumkan bahwa pengembangan Windows 7 akan berjalan dalam tiga tahun. Versi klien dari Windows 7 akan dirilis dalam versi 32-bit dan 64-bit walaupun versi servernya (yang akan menggantikan Windows Server 2008) akan dirilis hanya dalam versi 64-bit, yang akan dinamakan Windows Server 2008 R2. Komputer akan memberitahu jika terjadi perubahan pada komputer tersebut. Windows 7 diluncurkan pada tanggal 22 Oktober 2009. Setiap pengguna akan mendapat perlindungan 3 lapis jika ada permintaan mengunduh file dari yang tak dikenal. Windows 7 didesain dengan fitur baru dan peningkatan performa dari Windows Vista.

  • Windows 8

Wednesday, November 27, 2013

Cara Menggunakan Software DOSBox di Windows 7 64 bit

Pada Kesempatan kali ini saya akan memberikan Informasi yaitu cara menggunakan software DOSBox untuk menjalankan program-program 16 bit.
Simak dengan teliti :
  • Pertama - tama kita download Software DOSBox itu sendiri >>> http://www.dosbox.com/download.php?main=1
  • Install sofware seerti biasa di directory C:\Program Files (x86)\DOSBox-0.74
  • Jalan Programnya. Akan muncul Tampilan seperti ini :


Pada awalnya, hanya ada drive Z: di DOSBox. Untuk bisa mengakses drive di komputer anda, maka kita harus melakukan mounting drive secara manual, dengan syntax :

mount [nama drive] [nama drive+path yang akan dimounting]

Misalnya kita ingin mounting drive D: di komputer kita menjadi drive D: di DOSBox, maka yang harus kita ketikkan adalah :
mount d d:\

atau misalnya kita ingin memounting folder C:\Aplikasi ke drive F di DOSBox, maka yang harus dituliskan begini :
mount f c:\aplikasi

Bisa dipahami kan? Selanjutnya untuk menjalankan aplikasi 16-bit, kita cukup menuju path dimana aplikasi itu berada, lalu cukup panggil (ketik) nama program.

DOSBox Tips :

  • Segala perintah command-line di DOSBox identik dengan MS-DOS. Jika anda masih newbie dalam command-line MS-DOS, anda bisa mulai mempelajarinya di  List of MS-DOS Commands.
  • Jika pada saat mengetik di layar DOSBox, dan keyboard anda 'seolah-olah' lengket sehingga suatu huruf muncul berulang kali, maka anda bisa melakukan Reset KeyMapper dengan mengakses menu Start > All Program > DOSBox-0.74 > Options > Reset KeyMapper.

  • Perintah mount diatas bersifat tidak permanen. Anda harus mengulangnya setiap kali anda menutup dan membuka DOSBox. Jika anda ingin membuat beberapa perintah menjadi permanen dan otomatis dilakukan pada saat DOSBox dijalankan, maka berikut saya berikan caranya :
    • Pilih menu Start > All Programs > DOSBox-0.74 > Options > DOSBox-0.74 Options.
    • Notepad akan membuka file dosbox-0.74.conf
    • Scroll ke baris terakhir, anda akan menemui section [autoexec]
    • Masukkan DOS Command Line yang ingin anda otomatisasikan di bawah section tersebut
    • Simpan. Coba jalankan DOSBox kembali
dosbox-0.74.conf
Lebih kurangnya mohon maaf . Semoga informasi ini berguna untuk anda, terimah k.asih

Dosbox Sofware untuk menjalankan program 16 bit di Windows 7 64 Bit.







             Turbo Pascal,Cobol,Qbasic dan software 16bit sejenisnya  tidak bisa dibuka di Windows 7 64-bit? Suatu waktu anda mencoba untuk membuka program tersebut  di Windows 7 64-bit, muncul pesan Program tidak kompetibel dengan Sistem Operasi PC/Lapyop kita, Seperti tulisan berikut ini :

"The version of this file is not compatible with the version of Windows you're running. Check your computer's system information to see whether you need an x86 (32-bit) or x64 (64-bit) version of the program, and then contact the software publisher”.

Bagaimana Solusinya? Yaitu dengan menggunakan Software bernama DOSBOX.

DOSBox adalah sebuah program yang meniru fungsi MS-DOS, termasuk suara, grafis, input, serta networking. DOSBox digunakan sebagian besar untuk menjalankan video games lama, yang secara khusus dibuat untuk sistem operasi MS-DOS. Tetapi tidak hanya game DOSBox ini juga dapat digunakan untuk menjalankan Program 16 bit. Anda dapat Mendownload program DOSBox di   
http://www.dosbox.com/download.php?main=1 dan pilihlah sistem operasi yang anda inginkan DOSBox memiliki format Windows, Linux, dan Mac OS X.
Tampilan dari DOSBox :



Sunday, October 13, 2013

Tugas Softskill 1


 Pertanyaan :
1.    Definisi organisasi ?
2.    Jelaskan hubungan manajemen & organisasi ?
3.    Jelaskan hubungan manajemen & tata kerja ?
4.    Jelaskan hubungan manajemen, organisasi & tata kerja ?
Jawaban:
  1.       Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

2.   Hubungan Manajemen dan Organisasi

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.


3.   Hubungan Manajemen dan Tata Kerja

Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a)      Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber   dan   waktu yang tersedia.
b)      Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c)      Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :

Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.

Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
 

4.   Manajemen Organisasi dan Tata Kerja

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a)      Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
b)      Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
c)      Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.