Tuesday, April 22, 2014

Pengalaman Berorganisasi

Pengalaman berorganisasi pernah saya dapatkan di lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah saya pernah berorganisasi dalam sebuah ekstrakurikuler yaitu Futsal. Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin membahas tentang keikutsertaan saya dalam organisasi ini.
Oke, saya akan mulai membahas tentang ekstrakurikuler Futsal. Latar belakang saya memilih ekstakulikuler ini adalah karena kecintaan dan hobi saya dalam olahraga. Hal ini sangatlah menyenangkan, ditambah dengan kegiatan-kegiatan yang sangat mendukung para anggotanya untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga. Organisasi ini sangat berguna dalam menjalin hubungan antara anggota dari organisasi ini. Dan teknik yang dipelajari dalam ekstakurikuler ini adalah passing dan control, ini adalah kunci dari permainan olahraga ini yang dipadukan dengan strategi-strategi yang brilian untuk memenangkan pertandingan. Pelatih futsal saya sangat berkomitmen di bidangnya, beliau sangatlah berpengalaman dalam olahraga futsal.
Di ekskul ini saya mendapat jabatan sebagai wakil kapten tim dalam setiap pertandingan untuk membimbing kawan-kawan saya untuk bisa bermain bagus dalam pertandingannya. Seperti yang saya sudah sebutkan di atas jika ekstrakulikuler ini sangat berguna untuk kesehatan. Ketika masa saya menjabat sebagai wakil kapten tim, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengikuti kompetisi/turnamen futsal di sekolah lain. Dan di kompetisi futsal ini dengan rasa syukur bercampur gembira akan kompetisi. Alhamdulillah tim sekolah kami mendapatkan penghargaan juara ke 2, walaupun kami hanya juara ke 2 kami bangga pada para anggota-anggota/kawan-kawan yang sudah semangat dalam mengikuti kompetisi futsal ini. Dan yang terpenting adalah pengalaman bermain yang kami dapatkan dalam kompetisi futsal ini.
Selain kompetisi/turnamen yang diikuti di sekolah lain. Sekolah kami juga sering mengadakan turnamen di lingkungan sekolah sendiri. Yang pesertanya antar siswa dikelas masing-masing. Untuk kegiatan di lingkungan sekolah sendiri tak luput dari perhatian Pembina/pelatih di organisasi saya.
Banyak sekali manfaat yang saya peroleh dari mengikuti ekstakulikuler futsal ini. Selain menambah pengalaman bermain futsal yang tentunya menambah teman-teman baru, ekstakulikuler futsal ini  sangat berpengaruh untuk menabah kepercayaan diri saya. Sepertinya saya sudah cukup banyak menulis kata-kata untuk menumpahkan pengalaman saya dalam hal organisasi ektrakulikuler futsal ini. Sekian dari cerita saya, semoga bisa bermanfaat untuk para pembaca.

Tuesday, April 8, 2014

Komunikasi Organisasional



PENGERTIAN DAN ARTI PENTING KOMUNIKASI
            Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Jadi, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Komunikasi itu penting, semua orang tahu, karena ini merupakan basic instinct dari setiap makhluk hidup. Setiap makhluk punya cara komunikasi masing-masing, setiap manusia pun tak lepas dari cara dia melakukan komunikasi. Kita tak bisa membeda-bedakan bahasa, suku, adat, kebiasaan, tradisi maupun agama karena pada dasarnya berkomunikasi, menyampaikan pesan itu asal dilakukan dengan baik dan benar, serta dalam keadaan saling terbuka, fikiran jernih tanpa sentimen dan perasaan negatif, pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima.

JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
Contoh model komunikasi yang sederhana digambarkan dibawah ini :


Jika salah satu elemen komunikasi tidak ada maka komunikasi tidak akan berjalan. Ada komponen-komponen dalam komunikasi antara lain :

·         Pengirim(Sender=Sumber) adalah seseorang yang mempunyai kebutuhan atau informasi serta mempunyai kepentinga mengkomunikasikan kepada orang lain.
·         Pengkodean (Encoding) adalah pengirim mengkodean informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat.
·         Pesan (Massage), pesan dapat dalam segala bentuk biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima.
·         Saluran (Chanel) adalah cara mentrasmisikan pesan, misal kertas untuk surat, udara untuk kata-kata yang diucapkan.
·         Penerima (Recaiver) adalah orang yang menafsirkan pesan penerima, jika pesan tidak disampaikan kepada penerima maka komunikasi tidak akan terjadi.
·         Penafsiran kode (Decoding) adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Jika semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh penerima, Maka semakin efektif komunikasi yang terjadi.
·         Umpan balik (Feedback) adalah pembalikan dari proses komunikasi dimana reaksi kominikasi pengirim dinyatakan.

Didalam organisasi sangat membutuhkan komunikasi. Adapun jenis- jenis komunikasi dalam organisasai antara lain :
a.       Komunikasi formal vs informal
Komunikasi formal adalah komunikasi yang mengikuti rantai komando yang dicapai oleh hirarki wewenang. Komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi diluar dan tidak tergantung pada herarki wewenang. Komunikasi informal ini timbul karena adanya berbagai maksud, yaitu
- Pemuasan kebutuhan manusiawi,
- Perlawanan terhadap pengaruh yang monoton dan membosankan,
- Keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain,
- Sumber informasi hubungan pekerjaan.
Jenis lain dari komunikasi informasi adalah adalah dasas-desusyang secara resmi tidak setuju. Desas-desus ini juga mempunyai peranan fungsional sebagai alat komunikasi tambahan bagi organisasi.

b.      Komunikasi ke bawah vs komunikasi ke atas vs komunikasi lateral
Komunikasi kebawah mengalir dari peringkat atas ke bawah dalam herarki. Komunikasi ke atas adalah berita yang mengalir darin peringkat bawah ke atas atas suatu organisasi. Komunikasi lateral adalah sejajar antara mereka yang berada tingkat satu wewenang.
c.       Komunikasi satu arah dan dua arah
Komunikasi satu arah, pengirim berita berkomunikasi tanpa meminta umpan balik, sedangkan komunikasi dua arah adalah penerima dapat dan memberi umpan balik.
Bagaimanapun juga keefektifan komunikasi organisasi dipengaruhi beberapa factor diantaranya :
1.      Saluran komunikasi formal
2.      Sruktur wewenang
Dalam organisasi dimana perbedaan stasus dan kekuasaan akan mempengaruhi isi komunikasi.
3.      Spesialis jabatan
Anggota organisasi yang sama akan menggunakan istilah-istilah, tujuan, tugas, waktu, dan gaya yang sama dalam berkomonikasi.
4.      Pemilikan informasi
Berarti individu memunyai informasi dan pengetahuan yang khas mengenai tugasnya.
Dari pengamatan yang ada, bentuk-bentuk jaringan komunikasi dikelompokan ke dalam beberapa bentuk diantaranya bentuk lingkaran, diagonal, lateral, rantai, huruf Y, dan bintang.

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi.Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seinbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa non verbal secara baik.

Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa. Komunikasi dapat dikatakan efektif apa bila komunikasi yang dilakukan dimana :
·         Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
·         Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
3. Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.


Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen

Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
·         Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
·         implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.

Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.

Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan. Perusahaan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui team work. Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun secara khusus melalui anggota-anggotanya.





Monday, January 13, 2014

Kepemimpinan

Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia. Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Pengertian Kepemimpinan Menurut Para ahli
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok
 Tipe-tipe kepemimpinan
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.


2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.
3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.
4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

Teori-teori Kepemimpinan

1. Teori Sifat

Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan  bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
- pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
- sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.  
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

2.    Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
a.  konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri  ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
b.  berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.
Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
3.    Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan "membaca" situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:
a.    Model kontinuum Otokratik-Demokratik
Gaya dan perilaku  kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol  ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai  perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan. 
b.  Model " Interaksi Atasan-Bawahan" :
Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan.
Seorang  akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila:
* Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik;
* Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi;
* Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.

c.  Model Situasional
Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah
* Memberitahukan;
* Menjual;
* Mengajak bawahan berperan serta;
* Melakukan pendelegasian.

d.  Model " Jalan- Tujuan "
Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut   harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.
e.  Model "Pimpinan-Peran serta Bawahan" :
Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya.
Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut "didiktekan" oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.

Kasus : Rumah Sakit Kolombo

Dalam kasus rumah sakit kolombo telah terjadi suatu konflik antara individu dengan individu. Yakni antara bapak Rinto Panggabean sebagai supervisor ruang operasi rumah sakit kolombo dengan Dr. Hastomo sebagai kepala ruang operasi rumah sakit kolombo. Masalah ini dibertitahukan kepada bapak Subaki yang menjabat sebagai direktur utama rumah sakit kolombo oleh Dr. Hastomo.

Masalah terjadi ketika  bapak rinto membuat skedul serangkaian kegiatan operasi rumah sakit seseuai dengan kebijaksanaan yang dia percaya telah gariskan oleh administrator rumah sakit. tetapi parah ahli bedah rumah sakit mengeluh  bahwa skedul pelaksanaan operasi sering tidak memungkinkan mereka mempunyai cukup waktu untuk melakukan prosedur pembedahan dengan cara yang mereka pikir perlu lakukan. Terlebih lagi ahli bedah mengeluh akan sikap rinto yang pilih kasih dalam schedullingnya yang mengizinkan beberapa dokter meggunakan lebih lama ruang operasi aripada yang lain. 

Situasi menjadi memanas ketika Dr. Hastomo memecat Rinto.  Rinto kemudian mengajukan banding kepada administrator rumah sakit. lalu administartor rumah sakit memberitahu  Dr. Hastomo bahwa pemecatan adalah hak administartif. tetapi Dr. Hastomo bersikeras bahwa dia mempunyai wewenang terhadap segala masalah yang mempengaruhi praktik medis.

Ketika pertemuan Subaki dan Asmuni mulai, asmuni menjelaskan kepada subaki wewenang dari administator berdasarkan pendapatnya, selama medengarkan Subaki menempatkan diri menjadi Dr. Hastomo yang berpendapat bahwa asmuni hanya mempunyai wewenang masalah administratif bukan masalah medis, dan meminta penjelasan  garis garis wewenang  dari rumah sakit kolombo kepada bapak subaki.


Pertanyaan Kasus :

1.  Mengapa saudara berpendapat bahwa konflik telah berkembang di rumah sakit kolombo?

2. Apakah penetapan garis-garus wewenang secara jelas akan memecahkan semua masalah-masalah yang digambarkan dalam kasus? Mengapa atau mengapa tidak?

3. Apa yang harus dilakukan Bapak Subaki?

Jawaban :  

1. Karena menurut saya konflik di rumah sakit kolombo terjadi karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang yang melibatkan kegiatan operasi yang ada dirumah sakit. yakni adanya perbedaan pendapat antara bapak rinto sebagai supervisor ruang operasi dengan Dr. Hastomo sebagai kepala operasi , dan ketidaktahuan  dari masing - masing individu dengan garis wewenang yang dimilikinya.
 Menurut saya kasus dalam rumah sakit kolombo termasuk dalam konflik Karena kasus dan termasuk dalam konflik intersender conflict karena konflik tersebut terjadi karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang yang ada melibatkan kegiatan operasi yang ada dirumah sakit, perbedaan pendapat antara Rinto Panggabean (Supervisor ruang operasi) dengan dr.Hastomo dokter bedah di rumah sakit  tersebut, tentang pemakaian ruang operasi. - See more at: http://ekolaksono47.blogspot.com/2013/12/kasus-rumah-sakit-kolombo.html#sthash.jeYH1vRY.dpuf

2. Penetapan garis-garis wewenang bisa memecahkan masalah karna dengan adanya hak/wewenang yang di pegang seseorang tidak bisa melakukan sesuatu dengan sesuka hatinya Tapi penetapan itu harus dilakukan secara jelas dan ada bukti tertulis yang autentik. Dalam kasus rumah sakit kolombo, rinto sebagai supervisor tidak bias menentukan jadwal operasi yang dia anggap benar dari administrator rumah sakit, harus ada rapat dengan kepala bagian operasi yaitu dr.hastomo, serta persetujuan dari bapak subaki selaku direktur rumah sakit kolombo.

3. Melakukan pertemuan dengan orang-orang yang terlibat dengan konflik tersebut untuk mengambil jalan tengah yang tidak merugikan kedua belah pihak serta menempatka dirinya sebagai pihak ketiga. Selanjutnya Bapak subaki menetapkan garis-garis wewenang pada pihak yang terlibat dengan jelas

        


Wednesday, December 4, 2013

Siap-siap, Pantau Piala Dunia dari Android dan iOS

http://mediasepakbola.co/wp-content/uploads/2013/10/Piala-Dunia-2014-Brazil.jpg 
Menjelang momentum Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil, Fédération Internationale de Football Association (FIFA) meluncurkan aplikasi resmi untuk memantau hasil pertandingan sepak bola yang tersedia untuk perangkat berbasis Android dan iOS.

Aplikasi tersebut diberi nama FIFA, yang bisa diunduh gratis di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store. FIFA merupakan organisasi yang mengatur olahraga sepak bola internasional.

Menariknya, aplikasi ini akan menyediakan layanan video streaming pertandingan Piala Dunia 2014. Di dalamnya juga terdapat jadwal pertandingan, profil tim, dan panduan tempat menarik di Brasil.

Aplikasi ini tidak hanya dirancang untuk momentum Piala Dunia 2014 saja, tetapi juga untuk seluruh kompetisi dan 197 liga sepak bola di seluruh dunia yang berada di bawah naungan FIFA. Di dalamnya terdapat informasi skor pertandingan, klasemen, statistik, foto dan video, hingga berita.

Tuesday, December 3, 2013

Line Messenger. Aplikasi Chatting Populer Masa kini

http://www.cubrid.org/files/attach/images/220547/690/355/line_app_android.jpeg


Aplikasi instant messaging (IM) bernama Line, kini sedang naik daun. Aplikasi yang dirilis pada Juni 2011 ini telah diunduh setidaknya 20 juta kali dengan pengguna lebih dari 30 juta.

Sama seperti WhatsApp, Line menggunakan sistem nomor telepon seluler penggunanya untuk saling berhubungan. Line saat ini tersedia untuk iOS dan Android , dan bisa diunduh secara gratis di App Store dan Google Play.

Jika dibandingkan dengan aplikasi populer WhatsApp, Line memang memiliki beberapa keunggulan.

Pertama, Line memberikan layanan free call. Ini adalah layanan telepon tanpa menggunakan pulsa, melainkan dengan koneksi data internet. Line akan menghubungkan panggilan ke server mereka.

Kedua, grup yang dibentuk dalam aplikasi Line bisa menampung 100 anggota. Sementara WhatsApp maksimal hanya 11 orang.

Yang membuat Line berbeda dari aplikasi IM lainnya  adalah emoticon yang bervariasi.

Ada Emoticon yang menggambarkan kepala dengan bermacam ekspresi, lalu Emoticons berupa susunan karakter teks yang juga membentuk ekspresi, serta ada Stickers. Nah, Stickers inilah yang cukup unik untuk Line, karena gambar ikonnya lucu-lucu, berukuran besar dan lebih ekspresif.
http://www.blogcdn.com/www.engadget.com/media/2012/03/line-screenshots.jpg
Gambar emoticon pada Line

Selain itu, Line juga menyediakan layanan untuk memblokir seorang teman yang ada di kontak.

Naver, perusahaan asal Jepang yang mengembangkan aplikasi ini, melengkapi Line dengan beberapa aplikasi tambahan, yakni Line Camera dan Line Card untuk kartu ucapan. Keduanya sudah tersedia untuk iOS dan Android.

Pada awal April 2012, Naver memperluas penggunaan Line ke perangkat komputer. Line kini sudah tersedia untuk  Mac dan Windows.

Kaskus / Indowebster . Mudahan mana?


Kaskus dan Indowebster (idws) adalah dua komunitas internet paling besar di Indonesia. Saya sih nggak tau banyak soal sejarah muculnya dua komunitas ini dan siapa aja foundernya. But for me, those people were awesome.  I dare to say, merekalah yang jadi booster anak muda negeri ini jadi melek internet dan teknologi.

Banyak perdebatan tentang manakah yang lebih bagus diantara keduanya. Saya pribadi user di keduanya dan mungkin post ini akan jadi pencerahan buat yang masih bingung. As for me, I find idws more fitting for my needs. Sebelum punya id di idws saya jadi user kaskus dulu untuk beberapa lama, dan sebagai nubie saya kebingungan atau mungkin otaknya belum nyampe untuk foruman hahaha. Saya bingung mencari link download dan kesulitan dengan tidak adanya server lokal yang provide files yang saya inginkan (pada saat itu, akhir 2009). Saya akhirnya nemu file itu di web idws.
Di web idws saya sering terganjal dengan files-files berpassword dan akhirnya memutuskan untuk mencoba join di forum. Sebagai nubie, i find idws lebih memudahkan dengan sistem index forum yang sudah terpisah-pisah dan spesifik. Misalnya forum Movies dan TV series dipecah lagi jadi Movie atau TV series dan dipecah lagi jadi Movie/TV series Asian/West. Pokoknya jadi lebih gampang dan ribet harus ngubek2 thread. Ini yang enggak saya dapet di kaskus saat itu. Maka sejak itu, saya jadi lebih aktif di idws daripada kaskus.



Sebagai nubie di idws, saya sih sukurnya nggak pernah kena bata tapi pernah di PM atau dikasi warning sama TS, Momod karena post yang sekarang di idws masuknya kategori junk. Satu hal yang bikin saya betah di idws dan memang jadi main reason saya beralih dari kaskus adalah kerapian thread. Indexing thread yang detail dan konten thread yang minim junk itu jadi poin paling waw. Mengitkuti thread di idws ga capek, karena post yang ada di thread memang informatif dan minim junk. Saya paling males kalo harus udah rollback atau baca-baca thread yang panjang tapi isinya kebanyakan junk dan one-liner. Tapi bukan berarti di idws nggak bisa nge-junk, ada kok lapak-nya macam lounge atau SF pojok komunitas, hanya saja kalo post disitu nggak akan masuk post count atau nantinya kena reset thread (thread terhapus termasuk post count sejumlah yang dipost di sana).
Saya nggak ninggalin kaskus sepenuhnya, masih suka main liat-liat FJB. Hal itu yang masih sepi di idws. Atau untuk baca-baca yang unik-unik. hanya kalo untuk file sharing dan ngobrol lebih banyak di idws. Kaskus memang lebih booming dan komunitasnya lebih banyak jadi pasti sering gathering. Saya di idws juga gitu kok, ada gathering sekalian file-sharing dan karena memang tidak sebesar kaskus jadinya kita lebih kenal satu sama lain. Beberapa malah kalo lagi ke luar kota suka jalan bareng sama regional sana. User idws nggak se-strict yang keliatan di forum kok.
Kalo saya simpulkan sih gini, secara garis besar sama aja. Dua-duanya punya punya komunitas, komunitas ini juga enggak jarang aktif di kegiatan sosial, misalnya penggalangan dana bantuan kalau ada bencana, sumbangan ke panti dsb. Terlepas dari idws punya server sendiri dan lebih enak untuk file sharing sementara kaskus dengan komunitasnya yang besar jadi lebih enak buat ngobrol basic perbedaannya adalah tipe usernya. User idws bisa dibilang hardcore file-sharing, suka download entah itu game, film, serial, software2 dsb dan obrolan mereka di forum ya seputar itu. berbagi informasi tentang apa yang mereka download, makanya konten threadnya jarang-jarang ada junk. berangkat dari situ, sepertinya para momod dan punggawa idws lebih mengarah idws sebagai forum diskusi dan file-sharing bukan komunitas.

sebagai pengalaman, junker idws biasanya memang nubie-nubie dan merekalah yang sering kena warning dan bata dari user lain. kenapa? FYI aja, di idws ada general rules posting dan user serta para punggawa stick to it like superglue. Dan cobalah posisikan diri sebagai rules maker atau rules watcher lalu ngeliat post-post junk, what would you do? tiap orang memang beda, tapi saya suka thread yang rapi, biar aja sepi asal kontennya berbobot daripada rame tapi isinya “ijin download gan, thanks gan, keren nih gan, ini film apa ya gan?”